Rabu, 21 November 2012

Ratu Mawar Putih




Ratu Mawar Putih (The White Queen)
Putro Nugroho (Terj.)
Penerbit Esensi
577 hal.
(Rental di @ReadingWalk)

Elizabeth Woodville, adalah seorang janda yang suaminya gugur saat perang saudara di Inggris – perang antara klan Lancester dan klan York. Elizabeth sendiri ada di pihak Lancester.

Tapi, saat iring-iringan Raja Edward IV lewat, kecantikan Elizabeth menarik perhatian sang raja. Mereka pun jatuh cinta dan Elizabeth bertekad membawa keluarganya ke derajat yang lebih tinggi.

Tapi sayangnya, pernikahan mereka mendapat banyak pertentangan dari kalangan kerajaan. Terlebih karena Elizabeth berasal dari pihak musuh. Meskipun menjadi pendamping sang Raja, kedudukannya sebagai ratu belumlah aman. Maka Elizabeth, dengan kekuasaannya sebagai ratu, menempatkan para saudara-saudaranya tersebar di seluruh Inggris, agar ia tahu siapa yang berpihak padanya dan siapa yang menjadi musuhnya. Raja masih terus pergi berperang menumpas pihak-pihak yang juga menginginkan mahkota raja. Banyak pihak yang dirugikan dengan pernikahan ini. Ditambah lagi kehadiran putra mahkota, yang tentu saja semakin menggeser kedudukan George dan Richard – dua saudara kandung Edward yang tak kalah ambisius.

Saat Raja Edward IV mangkat pun, Elizabeth tak juga aman. Terlebih putra mahkota yang masih kecil. Isu-isu tak sedap beredar. Pernikahannya dengan Raja Edward IV dianulir dan semua anak-anaknya dianggap anak haram.

Aduh, ribet kali kehidupan kerajaan Inggris ini. Perang perebutan kekuasaan yang tak henti, fitnah yang terus bergulir. Intrik-intrik politik kerajaan. Sejarah yang benar-benar penuh darah. Sesama saudara rela saling bunuh demi mencapai puncak tertinggi – yaitu menjadi Raja.

Elizabeth Woodville - via tudorplace.com


Tapi, biar ambisius, Elizabeth tetap seorang ibu yang senantiasa khawatir akan keselamatan anak-anaknya.

Terus terang, gue rada pusing baca buku ini. Pusing dengan nama-nama yang sama - Raja Richard, Pangeran Richard, Raja Edward, Pangeran Edward dari klan A, Pangeran Edward dari Klan B, lalu Elizabeth di sana, Elizabeth di sini… aduh.. betapa gak kreatifnya orang Inggris jaman dulu. Gue jadi suka ‘sliwer’ sendiri, ini lagi ngomongin Richard atau Edward yang mana?

Yang menarik menurut gue dalam cerita ini adalah legenda Melusina si Dewi Air. Dalam kesulitan, Elizabeth kerap meminta bantuan sang Dewi untuk membalaskan dendamnya kepada pihak-pihak musuh.

Lalu, hihihi.. gue ngikik sendiri setiap baca kalimat, “Istriku, mari kita ke ranjang.”

Dua tangkai mawar putih aja ya, buat buku ini…
Read more »

Selasa, 20 November 2012

Wishful Wednesday 13




Pertama, selamat ulang tahun untuk Astrid, si pemilik blog Book to Share, dan terima kasih lho udah berbaik hati bikin giveaway ini…

Untuk Wishful Wednesday yang ke 13 (oopps… hope this is the lucky ‘13’) di blog lemaribukuku, gue pilih buku: Rasa Cinta dalam Kopi (The Various Flavours of Coffe) karangan Anthony Capella.


Sebelumnya, gue pernah membaca buku Anthonya Capella yang lain, yaitu The Food of Love, dan, well, gue selalu suka dengan buku-buku yang ‘yummy’, yang ada makanan yang lezat dan bikin kelaparan gara-gara ngebayangin makanan-makanan tersebut.

Untuk kali ini adalah tentang Kopi. Meskipun bukan penggemar berat kopi-kopian, tapi menurut gue, buku ini terkesan ‘eksotis’, apalagi ber-setting di Afrika, tempat yang jarang gue temui dalam buku-buku yang gue baca.

Berikut sinopsisnya:

“Kisah yang memikat, diwarnai twist dan kejutan, gairah dan cinta, serta tentu saja, kopi.” ––The Boston Globe

Dengan secangkir kopi, hidup Robert Wallis berubah. Penyair amatir itu tengah duduk di kedai kopi di London merenungi masa depannya yang suram ketika Samuel Pinker menghampirinya. Ternyata si pemilik Castle Coffee menawarkan satu hal yang sangat diharapkan pemuda itu: pekerjaan.

Robert bertugas menyusun daftar “kosakata kopi” berdasarkan cita rasa dan aroma kopi, pekerjaan yang menjadi awal petualangan Robert menemukan manis pahit kehidupan. Adalah putri Pinker yang membuat Robert jatuh cinta dan sadar bahwa ia tidak mungkin membangkitkan satu indra tanpa membangunkan indra-indra lain.

Sayang cinta mereka diuji saat Robert mesti bertolak ke Afrika. Di sana Robert bertemu Fikre yang melayaninya dalam upacara minum kopi khas Abyssinia tradisional. Dan ketika Fikre, budak seorang saudagar, dengan berani menyelipkan sebiji kopi ke tangan Robert, misteri kopi dan cinta terlarang berbaur dan mengubah... sejarah dan takdir.

O ya, buku ini tersedia di toko buku gramedia, atau toko buku online, seperti inibuku.com atau gramedia.com (menurut keterangan baru beredar tanggal 29 Nopember 2012)

Yuk… ikutan Wishful Wednesday juga, seperti biasa rules-nya:
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)
Read more »

Jumat, 16 November 2012

Friday’s Recommendation 1




Pertama kalinya ikutan blog-hop ini *ke mana aja sih loe?*… bukan karena ada giveaway lho… Cuma baru kepikiran aja apa yang mau masukin buku apa. Semoga minggu depan bisa ikutan lagi…

Sebelumnya, rules untuk ikutan Friday’s Recommendation di blog-nya Ren, adalah:

1. Pilih jenis rekomendasi buku. Ada dua jenis rekomendasi, yang pertama dan sifatnya mutlak adalah Rekomendasi Buku untuk Diterjemahkan . Jika tidak ada buku yang direkomendasikan untuk diterjemahkan, maka bisa memilih pilihan kedua, Rekomendasi Buku Pilihan. Disini rekomendasikan buku yang paling kamu suka baca dalam minggu ini.
2. Pilih hanya 1 (satu) buku untuk direkomendasikan. Tidak boleh lebih.
3. Beri sinopsis, genre buku dan alasan kenapa kamu merekomendasikan buku itu.
4. Posting button meme.
5. Blogger yang sudah membuat memenya, jangan lupa menaruh link ke blog di daftar linky di bagian paling bawah post ini, sehingga pembaca bisa blog walking.
6. Untuk pembaca blog yang tidak punya blog, bisa menulis rekomendasinya di kolom komen.
7. Bahasa yang dipergunakan terserah. Jika memang khusus blog yang menggunakan bahasa Inggris, dipersilakan menulis dengan bahasa Inggris. Begitu juga sebaliknya.

Untuk yang pertama ini, saya pengen ngerekomendasiin buku ‘The Guernsey Literary and Potato Peel Pie Society’ karangan Mary Ann Shaffer. Buku ini sebenarnya sudah saya baca di tahun 2011, tapi gpp kan kalo baru direkomendasikan sekarang?


Buku ini mengingatkan saya pada pertemanan di BBI, yang anggotanya tersebat di seluruh penjuru Indonesia (adakah yang di luar negeri?), bahwa persahabatan bisa juga terjalin di dunia maya...*hugs*. Bahkan setelah membaca buku ini, saya merasa ikut ‘bersahabat’ dengan para tokohnya. Recommended untuk diterjemahkan… semoga, ada penerbit yang melirik buku ini

Berikut sinopsisnya:

“ I wonder how the book got to Guernsey? Perhaps there is some sort of secret homing instinct in books that brings them to their perfect readers.” January 1946: London is emerging from the shadow of the Second World War, and writer Juliet Ashton is looking for her next book subject. Who could imagine that she would find it in a letter from a man she’s never met, a native of the island of Guernsey, who has come across her name written inside a book by Charles Lamb….

As Juliet and her new correspondent exchange letters, Juliet is drawn into the world of this man and his friends—and what a wonderfully eccentric world it is. The Guernsey Literary and Potato Peel Pie Society—born as a spur-of-the-moment alibi when its members were discovered breaking curfew by the Germans occupying their island—boasts a charming, funny, deeply human cast of characters, from pig farmers to phrenologists, literature lovers all.

Juliet begins a remarkable correspondence with the society’s members, learning about their island, their taste in books, and the impact the recent German occupation has had on their lives. Captivated by their stories, she sets sail for Guernsey, and what she finds will change her forever.

Written with warmth and humor as a series of letters, this novel is a celebration of the written word in all its guises, and of finding connection in the most surprising ways.
Read more »

Kamis, 15 November 2012

Sleeping Arrangements




Sleeping Arrangements (Berbagi Ranjang)
Sophie Kinsella (writing as Madeleine Wickham)
Julanda Tantani (Terj.)
GPU – 2011
408 hal.
(Rental dari @ReadingWalk)

Ini adalah cerita tentang dua keluarga yang lagi jenuh. Chloe , si peracang gaun pengantin, yang harus menghadapi pelanggan yang banyak maunya. Sementara itu, Philip, pasangan hidup Chloe, sedang harap-harap cemas menanti kabar kelanjutan dari pengambilalihan bank tempatnya bekerja.

Lalu, Hugh, pria pekerja keras, yang lebih dekat dengan pekerjaan kantor daripada anak-anaknya. Sementara, Amanda, istrinya, sibuk ngurusin warna cat untuk rumah baru mereka.

Dan dua keluarga stress ini butuh liburan, keluar dari rutinitas dan meninggalkan sejenak urusan sehari-hari mereka.

Beruntung kedua keluarga ini kenal dengan Gerard, teman mereka yang kaya raya, yang berbaik hati meminjamkan villanya di Spanyol. Semua (tampak) semangat menyambut liburan ke Spanyol. Tapi… lho.. kenapa semuanya tiba di vila itu dalam waktu yang bersamaan? Tampaknya, Gerard salah mengatur tanggal mereka tiba di sana.

Hmmm.. tapi, entah apa yang sebenarnya direncanakan oleh Gerard… yang pasti ternyata, sebenarnya ada hubungan antara keluarga Hugh dan keluarga Chloe.

Yah, dua kali gue baca buku Madeleine Wickham ini, gue rada-rada kecewa ya. Gue terbiasa dengan gaya Sophie Kinsella yang ceria dan lucu. Gaya Madeleine Wickham lebih dewasa, tapi koq isinya kaya’ nyari-nyari masalah :D

Misalnya nih tokoh si Hugh, ya okelah dia gak bahagia katanya sama kehidupan pernikahannya, istrinya yang terlalu sibuk dengan urusan renovasi rumah. Tapi terus agak keterlaluan rasanya si Hugh ini malah merayu Chloe ketika istrinya hanya ada di kamar sebelah. Gue yang tadinya simpati sama Chloe, jadi sedikit sebal, gara-gara dia tergoda sama Hugh.

Kasian pasangan-pasangan mereka. Amanda misalnya, ia tetap ibu yang baik, yang mendampingi anak-anaknya ketika sakit.

Tokoh yang bikin segar cerita ini adalah keempat anak-anak dari pasangan plus (meskipun mereka gak muncul terlalu banyak sih) plus pengasuhnya yang bernama Jenna.  Itu pun lama-lama jadi 'cape' dengan celetuka 'Guyon'-nya si Jenna yang kebanyakan.

Yah, dua kasur aja deh gue kasih buat tempat tidur mereka. .. hanya ‘it was ok, but I don’t really like it’
Read more »

Rabu, 14 November 2012

Wishful Wednesday 12




Nama Ann Martin, gue kenal saat membaca seri The Baby-Sitter Club. Dulu gak boleh ketinggalan satu seri pun (tapi sekarang.. hiks.. udah tinggal beberapa seri).

Lalu, gue liat review The Doll People di blog-nya Astrid… wah, lucu ilustrasinya. Tapi, kenapa baru sekarang gue masukin ke Wishful Wednesday? Karena gue baru mulai membaca The Invention of Hugo Cabret… dan gue langsung ‘terhanyut’ ngeliat ilustrasi-nya Brian Selznick.

Jadi, buku ini pun masuk ke dalam Wishful Wednesday (dan.. halo… ‘my Secret Santa’… buku ini udah ada di dalam wishlist-ku di Goodreads ya… #kode)

Tampaknya Doll People ini ada serial-nya ya?


Berikut sinopsisnya dari goodreads:

Annabelle Doll is eight years old-she has been for more than a hundred years. Not a lot has happened to her, cooped up in the dollhouse, with the same doll family, day after day, year after year. . . until one day the Funcrafts move in.

Mau ikutan Wishful Wednesday juga, seperti biasa rules-nya:
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)
Read more »

Situs Masalah




The Worry Website (Situs Masalah)
Nick Sharratt (Ilustrasi)
Poppy Damayanti Chusfani (Terj.)
GPU – Oktober 2007
160 Hal.
(Rental di @ReadingWalk)

Gak hanya orang dewasa, anak-anak pun pastinya juga punya masalah. Dan itu bukan hanya masalah yang ada di sekolah, tapi juga masalah dari rumah. Tapi, gak semua anak mau sharing dengan guru atau teman-temannya, alasannya bisa karena malu atau jadi bahan ejekan. Kalo udah jadi bahan ejekan, bisa bikin minder. Karena yah, tau sendiri deh, anak-anak itu kalo udah ngatain atau mengejek temennya suka sadis, entah niatnya hanya untuk lucu-lucuan atau becanda, tapi tetap aja bisa bikin tersinggung.

Nah, Mr. Speed, guru di sekolah Holly, punya satu cara yang bisa mengatasi hal ini. Yaitu dengan membuat yang namanya ‘Situs Masalah’. Di situs ini, setiap anak bisa mencurahkan isi hatinya tanpa harus memasukkan namanya dan yang memberi komentar juga gak perlu memberitahukan siapa namanya. Harapan dari Mr. Speed sih, dengan adanya situs ini, masalah setiap anak dapat terpecahkan atau paling gak, membuat si anak jadi lebih ringan.

Misalnya ada Holly yang lagi uring-uringan karena ayahnya berkencan dengan Miss Morgan. Miss Morgan ini adalah guru adik Holly di Kelompok Bermain dan sangat baik hati. Tapi, anehnya, Holly justru merasa ia akan punya ibu tiri yang jahat.

Lalu, ada Greg yang malu-malu mengungkapkan perasaannya ke cewek yang dia taksir. Ada Samantha yang pengen banget ketemu sama ayahnya lagi, atau William yang selalu jadi bahan olok-olokan teman-temannya karena selalu saja ada yang salah kalau William melakukan sesuatu. Atau mungkin Claire, yang karena keterbatasan fisik, juga membuatnya terbatas melakukan banyak hal.

Tapi, gak semua murid ternyata mau menulis di Situs Masalah ini. Buat sebagian murid ini,  contohnya Lisa - gak semua masalah harus di-sharing – meskipun tanpa nama. Dan masalah yang mereka hadapi memang berat untuk anak-anak seusia mereka.

Menurut gue, ide untuk bikin Situs Masalah ini keren lho. Mungkin anak-anak di sekolah rada segan kalau harus curhat dengan guru BP (eh, masih ada gak sih guru BP itu?), jadinya kan lebih bebas. Daripada dipendam sendiri, ntar malah jadi masalah baru.

Satu hal yang gue suka dari buku Jacqueline Wilson adalah cover-nya yang cerah, tapi gak norak. Juga karena tokoh-tokoh anak-anaknya, yang punya permasalahan rumit di usia belia.

Read more »

Rabu, 07 November 2012

Klik




Click (Klik)
GPU - September 2012
Jia Effendi (Terj.)
228 Hal.
(Gramedia Plaza Semanggi)

Ketika George Keane meninggal dunia, ia mewariskan kamera dan foto-foto untuk Jason dan sebuah kotak berisi 7 kerang untuk Maggie. Jason dan Maggie adalah cucu George, yang lebih suka dipanggil ‘Gee’. Jason yang menginjak remaja, tak terlalu peduli dengan apa yang ditinggalkan Gee, yang ia tahu, foto-foto itu mempunya nilai uang yang cukup tinggi, cukup besar untuk membawanya ke Tobago mencari ayah kandungnya. Sedangkan bagi Maggie, sekotak kerang di dalam kotak unik ini adalah sebuah teka-teki.

Apa yang disajikan dalam buku ini adalah sebuah kisah yang menarik. 10 cerita yang ditulis oleh 10 penulis, masing-masing dengan karakter penulisan sendiri. 10 cerita ‘berbicara’ dan menceritakan kisahnya sendiri, menguak satu-per satu teka-teki, baik itu tentang foto-foto yang dimiliki Jason atau kerang yang dimiliki Maggie. Semua punya arti dalam perjalanan kehidupan seorang Gee. Gee adalah seorang fotografer, yang meliput bukan hanya tempat-tempat yang indah, tapi justru yang mempunyai nilas sejarah dan kehidupan seorang manusia. Gee pernah ada di Jepang, bertemu dengan korban perang dunia, lalu berkunjung ke penjara di Rusia, atau bagaimana Gee bisa mendapatkan foto seorang Mohamad Ali yang legendaris itu.

Dan menariknya lagi, tak kisah ini tak hanya berkisar saat Maggie dan Jason masih anak-anak, saat mereka menerima warisan tersebut, tapi sampai ke tahun 2030, saat Maggie menemukan tempat terakhir dari kerang yang dimilkinya.

Setiap cerita seolah berdiri sendiri, tapi seiring kita membaca buku ini, kita akan tau, kemana cerita-cerita tersebut saling berhubungan. 7 penulis memiliki cerita untuk satu orang, hanya Maggie yang ditulis oleh 3 orang penulis yang berbeda. Gaya bercerita tentunya juga beda-beda dan ada yang enak untuk dinikmati, ada yang hmmm.. rada bikin kening berkerut. Favorit gue adalah Lev yang ditulis oleh Deborah Ellis.

Dari 10 penulis dalam buku ini, sebagian terus terang gak familiar untuk gue. Paling-paling, tentunya Eoin Colfer – si penulis Artemis Fowl, Nick Hornby – penulis About a Boy, dan satu lagi Linda Sue Park, penulis A Single Shard.

Royalti dari buku ini akan disumbangkan ke Amenesti International, sebuah badan organisasi yang bergerak dalam perlindungan hak asasi manusia. Coba di akhir buku ini, ada salah satu penulis yang cerita tentang proses penulisan buku ini, ya… gimana sebuah cerita yang berdiri sendiri bisa menjadi satu buku yang ada benang merahnya.
Read more »