Jumat, 06 Juni 2008

Argenteuil - Hidup Memisahkan Diri


Penulis: Nh. Dini
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008

Setelah La Grande Borne, Dini melanjutkan seri kenangannya dengan Argenteuil - Hidup Memisahkan Diri. Argenteuil terletak di barat laut Paris. Di rumah Tuan Willm di Argenteuil, rumah yang pernah ditempati Karl Marx, Dini bekerja sebagai dame de compagnie--wanita yang menemani--.

Ketika itu, suami Dini bertugas di Detroit, Amerika Serikat. Anak bungsu mereka--Padang-- ikut ke Detroit, sedangkan yang sulung--Lintang-- masih di Prancis menyelesaikan Bac-nya (satu tahun setelah SMA). Ketika suami di Amerika Serikat ini, Dini menulis surat ke suami tentang perpisahan perkawinan mereka. Sebelumnya, Dini sudah berbicara dengan anak-anaknya bagaimana jika Dini berpisah dengan ayah anak-anaknya.

Seperti di buku-buku lain dalam seri kenangannya, cerita-cerita Dini di Argenteuil sangat mengasyikkan. Percakapannya dengan Padang ketika mencari tahu bagaimana pendapat Padang jika orangtuanya berpisah. Cerita mengenai kucing Miu yang tidak mau makan ketika mereka sekeluarga berkemas pindah. Cerita ketika menjamu tamu dan tetangga pada pesta Natal di Detroit. Bagaimana Dini menyelesaikan permasalahan yang dihadapi Padang ketika teman-teman Padang di USA tidak bisa mengucapkan namanya dengan baik. Juga ketika Dini bertemu keluarga Bagus--kekasihnya--, kehidupannya di Argenteuil, serta ketika menjadi sukarelawan bagi Les Amis de la Nature dan bertemu Brigitte Bardot.

Dalam menyiapkan ujian Bac, ketika Lintang berakhir pekan di rumah Tuan Willm, beberapa kali dia berdiskusi dengan Tuan Willm mengenai novel-novel yang harus dibacanya. Untuk ujian bahasa Prancis, sekolah memberikan daftar 65 judul novel yang harus dibaca! Dini bercerita bahwa ketika seusia dengan anak sulungnya, Dini pun sudah mampu mendalami dan mengerti isi buku-buku berbobot karya pengarang Indonesia dan dunia. Ketika duduk di dua kelas terakhir SMU , Dini sudah melahap buku-buku berbahasa Inggris tulisan Daphne du Maurier, Shakespeare, Pearl S. Buck, Goethe, Edgar Allan Poe, Leo Tolstoy dan lainnya. Dini bahkan menghapalkan beberapa ungkapan atau bait puisi Goethe! (halaman 134) Wow! Dulu ketika lulus SMA ataupun lulus TPB (tahun pertama di PT) berapa buku ya yang sudah saya baca? Rasanya koq sangat sedikit :( Tidak seperti Lintang atau Dini.

Dini tinggal di Argenteuil sampai beberapa bulan setelah Tuan Willm meninggal. Lintang sudah lulus Bac dan akan ke Detroit bersama Dini. Padang sudah minta ke ayahnya supaya Dini datang dan tinggal sampai Natal dan Tahun Baru. Bagaimanakah kisah Dini, keluarga, dan kenalannya selanjutnya? Jadi nagih ni..

0 komentar:

Poskan Komentar